3 Kiat Menjadi Content Creator yang Memiliki Daya Saing

Sepuluh tahun lalu, pekerjaan sebagai content creator mungkin belum begitu menggema. Namun seiring dengan banyaknya cerita mengenai kisah sukses mereka, membuat pekerjaan ini kian populer.

Apalagi di tengah kondisi ekonomi dimana memiliki satu sumber penghasilan saja terasa mendebarkan, membuat banyak orang tergerak mencobanya. Tidak keliru, tapi setiap creator harus memiliki nilai jual sebagai pembeda dengan content creator lain. Di era serba cepat dan fokus orang kian terbatas seperti saat ini, kalau konten yang kita buat ‘biasa saja’ maka konten akan di-skip!

Buat kamu yang ingin serius menjadi content creator tapi mikir-mikir karena saingan banyak banget, kuncinya buat konten dengan serius.

Kebiasaan Agar Konten yang Dihasilkan Punya Nilai Jual

Membaca

Membaca secara rutin dapat memperkaya sudut pandang. Ini sangat dibutuhkan agar kita bisa menghasilkan konten-konten yang tidak monoton. Isi obrolan orang yang rajin membaca buku akan lebih berbobot karena ia mengetahui banyak hal.

Dengan banyaknya referensi maka bridging yang kamu hasilkan pun beragam. Semakin lama orang menyimak konten yang kamu buat biasanya akan berbanding lurus dengan benefit yang didapatkan.

Selain buku fisik, kamu juga bisa membaca e-book dari penulis yang kredibel yang membagikan pengalamannya secara jujur dan realistis.

Mendengarkan kisah dari content creator lain

Kita bisa belajar seputar kendala yang biasanya dirasakan kreator, maupun kisah perjalanan mereka sehingga kita tidak merasa sendirian. Memproduksi konten merupakan pekerjaan repetitif yang tak kadang mengundang rasa bosan. Apalagi kalau hasil yang didapatkan belum seperti yang diinginkan. Cerita dari kreator lain bisa kita jadikan bahan renungan atau penyemangat lho. 

Rekomendasi e-book, content creator, e-book untuk content creator

Btw, ada banyak e-book yang sudah saya beli, salah satu yang saya rekomendasikan judulnya “Semangat Ngonten.” E-book ini ditulis oleh Annisa Steviani, seorang blogger dan creator. Setelah membaca e-book ini saya mendapatkan beragam pencerahan.

Cerita dulu ya.. Saya adalah blogger sejak tahun 2016. Ada banyak job yang sudah saya dapatkan. Namun tidak semua berjalan lurus-lurus saja. Ada beberapa pekerjaan yang pembayarannya berjalan lamban. Kadang klien harus diingatkan.

Nah, setelah membaca e-book tersebut saya menyadari bahwa kerjasama  yang dilakukan bersifat setara. Artinya bukan hanya saya yang membutuhkan pekerjaan, namun klien juga memerlukan jasa saya.

Maka agar kedua belah pihak bisa bersikap profesional kita perlu membuat kesepakatan tertulis. Nah, ini nih yang sering saya lewatkan, karena memang tidak tahu kalau bakal ada kejadian seperti itu.

Kalau tidak membaca cerita tersebut mana tahu ya kann?

Miliki growth mindset

Tidak semua orang memulai dari garis start yang sama. Kadang banyak dari kita menjadikan apa yang dimiliki orang lain sebagai alasan mengapa kita belum bisa seperti mereka. Rumah estetik, perlengkapan canggih, punya banyak tim dan sebagainya memang bisa menghasilkan konten yang bagus. Apalagi jika kita memiliki banyak uang, pasti lebih leluasa untuk mencoba ini itu tanpa takut uang habis. Tapi semua itu bukan syarat mutlak agar konten kita disukai lho.

Menurut saya, daripada menghitung apa yang belum dimiliki lebih baik memaksimalkan apa yang ada. Kalau mikirnya kurang terus, ya bakal terasa kurang, ya kan?

Saya ada satu podcast yang bagus banget untuk ditonton. Bisa cari di YouTube ya, channel milik Cinta Laura dengan narasumber-nya pak Helmi Yahya. Enggak hanya dongeng, tapi perjuangan pak Helmi untuk keluar dari jerat kemiskinan beneran menyemangati. Kuncinya ya miliki sifat growth mindset!

Ingat, memiliki penghasilan lebih dari satu sumber ibaratnya membawa celana cadangan saat mengajak balita bepergian. Memang repot tapi akan memberikan rasa nyaman jika sewaktu-waktu ngompol di celana.

Meski sudah ada banyak content creator dengan berbagai cerita seru kehidupannya, nggak ada kata terlambat kok untuk mulai. Apalagi buat teman-teman yang punya latar belakang asyik kayak pekerja pabrik, perawat, diaspora yang ikut suami, koki dan lainnya.

Buat yang sudah pernah mulai tapi sempat berhenti, gapapa lho mulai dari awal lagi. Kalau kamu mau membaca e-book yang aku rekomendasikan tadi, kamu bisa langsung pencet link hidup yaa gess!

Leave a Comment