Nafas bau akan mengurangi rasa percaya diri dan mengganggu kenyamanan orang di sekitar. Nah, kemarin saya memutuskan scaling gigi sebagai bagian dari rutinitas merawat gigi. Menurut saya, tidak semua orang terlahir dengan fisik yang rupawan, itu hak mutlak Sang Pencipta. Tapi merawat badan agar membuat orang sekitar nyaman adalah tugas kita sebagai manusia.

Pada tanggal 11 Mei lalu saya operasi sehingga tangan kanan enggak bisa melaksanakan tugasnya untuk sementara waktu. Sedangkan menyikat gigi dengan tangan kiri yang sedang diinfus, mau berharap bersih yang bagaimana sih? Terlebih setelah operasi, saya belum kuat berdiri karena masih berada di bawah pengaruh obat bius. Bersama luka operasi yang masih basah akhirnya saya jadikan alasan bolos sikat gigi -malam itu saja btw.
Sekali jalan sama anak yang cabut gigi, saya pun mendaftarkan diri buat scaling gigi. Ternyata saat itu saya tidak bisa pakai jaminan. Sepengalaman saya dulu bisa meski hanya salah satu rahang saja, sedangkan rahang lain bisa dilakukan pada kunjungan berikutnya.
Scaling gigi itu apa, sakit tidak?
Scaling gigi adalah proses membersihkan karang gigi dan plak yang tidak bisa dihilangkan hanya dengan bantuan sikat.
Dokter akan membersihkan karang yang menempel di gigi dengan alat yang dapat mengeluarkan air bertekanan tinggi. Prosesnya sama sekali tidak sakit. Mungkin hanya pegal karena membuka mulut dalam waktu agak lama.
Buat tindakan kali ini, saya hanya merasa sedikit ngilu di area gigi yang baru saja membentur aspal. Pada scalling gigi sebelumnya saya tidak merasakannya. Selain itu, ada sedikit darah keluar yang ini adalah wajar.
Bagaimana urutannya?
Ini urutan scaling gigi di puskesmas berdasarkan pengalaman saya ya, mungkin akan berbeda dengan tindakan di klinik mandiri. Urutannya:
Konsultasi
Setelah konsultasi, dokter akan memeriksa tingkat keparahan karang gigi pasien. Kita akan duduk di kursi panjang dengan setengah berbaring. Mungkin buat yang belum terbiasa akan sedikit horor karena di hadapan kita ada banyak sekali alat yang entah apa saja namanya dan bagaimana cara mengaplikasikannya. Apalagi untuk anak kecil yang baru pertama kali ke dokter gigi.
Pembersihan
Proses dimulai dengan alat bernama ultrasonic scaller. Merupakan alat yang menghasilkan getaran berfrekuensi tinggi dalam bentuk semburan air. Tujuannya untuk merontokkan karang gigi yang menempel kuat pada gigi. Selain menyebabkan bau mulut, karang gigi juga pemicu lidah terasa sakit lho. Di kasus saya, ada karang gigi yang ujungnya runcing dan mengenai pinggiran lidah.
Pembersihan akhir
Biasanya pasien akan diminta berkumur untuk membuang sisa karang gigi yang rontok. Tahap akan berlangsung hingga gigi terbebas dari karang.
Oh ya, jangan lupa membawa tisu sendiri agar lebih mudah saat membutuhkan.
Berapa biaya scaling gigi? Pengalaman di puskesmas vs dokter gigi praktek mandiri
Ternyata scaling gigi di puskesmas tidak bisa memakai jaminan. Mungkin karena kuota untuk saya sudah habis.
Walau begitu biaya yang dikeluarkan sangat ekonomis. Kemarin saya membayar Rp 106.000 untuk scaling sedang rahang atas dan bawah.

In this economy, rasanya boleh lho mempertimbangkan scaling gigi di puskesmas karena biayanya terjangkau. Cuma ya memang harus berdamai dengan beberapa hal seperti antrian dan waktu kunjungan yang hanya bisa dilakukan pada hari dan jam kerja.
Buat yang punya kesibukan tentu ini menjadi pertimbangan lain. Sedangkan untuk fasilitasnya bisa saya katakan cukup baik. Meski sangat berbeda jika melakukan prosedur tersebut di dokter spesialis gigi praktik mandiri.
Kalau di puskesmas, ada rasa aneh pada alat (seperti sendok dengan cermin) yang dimasukkan mulut. Ini juga dirasakan oleh anak saya yang sudah saya perkenalkan dengan perawatan gigi sejak kecil, baik dengan mengunjungi dokter gigi maupun menyikat gigi secara rutin dengan pasta gigi anak yang tidak pedas.
Air kumur yang disediakan juga tidak memiliki rasa, sedangan di dokter praktek mandiri ada sensasi manis yang enggak eneg.
Kalau ke puskesmas, kita tidak boleh malu untuk bertanya. Mungkin untuk menghemat durasi, dokter memberi penjelasan secukupnya.
Sedangkan di dokter praktik mandiri, dokter akan memberi penjelasan mengenai kondisi pasien secara menyeluruh.
Apa efek setelah scaling gigi?
Gigi terasa bersih dan plong. Ya mungkin karena kotoran yang mengendap sudah dibersihkan. Jika keluar darah, jangan khawatir. Itu merupakan hal yang wajar dan tidak berlangsung lama kok.
Saya merasa lebih percaya diri untuk ngobrol dalam jarak dekat dengan orang lain karena gigi yang bersih dan nafas tidak bau. Sebelum scaling, saya selalu cemas kalau sedang asyik ngobrol. Takut sekali kalau membuat mereka tidak nyaman.
Berapa lama scaling gigi bertahan?
Tergantung kebiasaan dan susunan gigi, namun idealnya lakukan scaling per 6 bulan sekali. Dokter mengatakan karang gigi muncul karena proses membersihkan kotoran yang tidak optimal. Sisa makanan yang tertinggal akan bercampur dengan air liur dan kuman. Maka sangat disarankan untuk memeriksa ulang dengan cermin setiap menyikat gigi.
Setelah menyikat gigi, kita merasa itu sudah cukup, tapi nggak tahunya ada kotoran yang masih tertinggal. Kalau segera ketahuan ya syukurlah, kalau ketahuan setelah terasa sakit, wah jangan sampai ya.
Kesimpulanku, baik dari segi biaya maupun tindakan , mencegah dan melakukan perawatan yang optimal selalu lebih baik daripada mengobati. Jadi, yuk rawat gigi kita dengan baik, salah satunya dengan rutin scaling gigi. Karang gigi yang dibiarkan akan menjadi sarang kuman, bisa menyebabkan infeksi, gusi berdarah dan lainnya.